Jumat, 02 November 2012

Alkohol

Alkohol adalah senyawa organik yang mengandung satu atau lebih gugus hidroksil (-OH). Dengan demikian alkohol dapat dianggap sebagai turunan dari alkana dengan penggantian satu atau lebih atom H pada alkana oleh gugus - OH.
Berdasarkan jumlah gugus -OH yang terdapat dalam tiap molekulnya, alkohol dapat dibedakan :

  1. Alkohol monohidrik, yaitu alkohol yang mengandung satu gugus -OH.
  2. Alkohol dihidrik, yaitu alkohol yang mengandung dua gugus -OH.
  3. Alkohol trihidrik, yaitu alkohol yang mengandung tiga gugus -OH.
  4. Alkohol polihidrik, yaitu alkohol yang mengandung empat atau lebih gugus -OH
Alkohol monohidrik dapat dituliskan dengan rumus umum CnH2n+2O. Tetapi karena gugus fungsional pada alkohol monohidrik berupa gugus hidroksil (-OH),
maka rumus umum alkohol dapat dituliskan : CnH2n + 1 OH atau R - OH, dimana n ³ 1 dan R dapat berupa alkil, alkil tersubstitusi, dan alil.


Klasifikasi dan Tatanama Alkohol
Alkohol monohidrik dapat diklasifikasikan berdasarkan pada atom karbon yang mengikat gugus -OH, yaitu :
  1. Alkohol primer (10 ) adalah alkohol yang gugus - OH nya diikat oleh atom C primer, yaitu atom C yang berikatan dengan satu atom C yang lain.
  2. Alkohol sekunder ( 20 ) adalah alkohol yang gugus -OH nya diikat oleh atom C sekunder, yaitu atom C yang berikatan dengan dua atom C yang lain.
  3. Alkohol tersier (30 ) adalah alkohol yang gugus -OH nya diikat oleh atom C tersier , yaitu atom C yang berikatan dengan tiga atom C yang lain.

Contoh:

Tatanama alkohol
Untuk memberikan nama pada alkohol monohidrik, dikenal adanya tiga sistem tatanama, yaitu:
1. Tatanama Trival (tatanama Umum)
Menurut tatanama ini, alkohol diberi nama dengan terlebih dahulu menyebut nama gugus alkil yang mengikat gugus -OH, kemnudian diikuti kata alkohol yang ditulis terpisah. Kalau anda lupa dalam memberi nama gugus alkil ini, anda dapat melihat dan membaca kembali Modul-1 tentang isomeri dan tatanama.
2. Tatanama IUPAC (Tatanama Sistematika)
Tatanama ini pada dasarnya menggunakan aturan-aturan yang berlaku untuk memberikan nama pada alkana (anda dapat melihat modul-1 tentang isomeri dan tatanama). alkohol diberi nama dengan menganti akhiran -a pada alkana yang bersesuaian dengan akhiran -ol. Dalam hal ini pemerian nomor pada rantai karbon yang terpanjang dimulai dari ujung rantai yang letaknya paling dekat dengan atom C yang mengikat gugus -OH.
  1. Tatanama Karbinol
Menurut tatanama ini suku pertama dari alkohol monohidrik disebut karbonal. Dengan demikian untuk suku-suku yang lebih tinggi diberi nama sebagai turunan (derivat) dari karbinol. yang satu atau lebih atom H dari CH3 digantikan oleh gugus yang lain.
Sifat Fisik alkohol
a. Alkohol monohidroksi suku rendah (jumlah atom karbon 1-4 ) berupa cairan tidak berwarna dan dapat    larut dalam air dengan segala perbandingan.
b. Kelarutan alkohol dalam air makin rendah bila rantai hidrokarbonnya makin panjang.
c. Makin tinggi berat molekul alkohol, makin tinggi pula titik didih dan viskositasnya.
d. Alkohol yang mengandung atom karbon lebih dari 12 berupa zat padat yang tidak berwarna.
e. Alkohol suku rendah tidak mempunyai rasa, akan tetapi memberikan kesan panas dalam mulut.

permasalahan: pada suhu kamar alkohol dengan atom C1 sampai C4 berwujud gas atau cair sedangkan C5 sampai C9 berwujud cairan kental dan C10 keatas berwujud padat. apakah jika selain pada suhu kamar wujud alkohol itu sama,dan apa yang mempengaruhi alkohol sehingga pada suhu kamar wujudnya berbeda-beda ?








Alkohol adalah senyawa organik yang mengandung satu atau lebih gugus hidroksil (-OH). Dengan demikian alkohol dapat dianggap sebagai turunan dari alkana dengan penggantian satu atau lebih atom H pada alkana oleh gugus - OH.
Berdasarkan jumlah gugus -OH yang terdapat dalam tiap molekulnya, alkohol dapat dibedakan :
  1. Alkohol monohidrik, yaitu alkohol yang mengandung satu gugus -OH.
  2. Alkohol dihidrik, yaitu alkohol yang mengandung dua gugus -OH.
  3. Alkohol trihidrik, yaitu alkohol yang mengandung tiga gugus -OH.
  4. Alkohol polihidrik, yaitu alkohol yang mengandung empat atau lebih gugus -OH
Alkohol monohidrik dapat dituliskan dengan rumus umum CnH2n+2O. Tetapi karena gugus fungsional pada alkohol monohidrik berupa gugus hidroksil (-OH),
maka rumus umum alkohol dapat dituliskan : CnH2n + 1 OH atau R - OH, dimana n ³ 1 dan R dapat berupa alkil, alkil tersubstitusi, dan alil.


Klasifikasi dan Tatanama Alkohol
Alkohol monohidrik dapat diklasifikasikan berdasarkan pada atom karbon yang mengikat gugus -OH, yaitu :
  1. Alkohol primer (10 ) adalah alkohol yang gugus - OH nya diikat oleh atom C primer, yaitu atom C yang berikatan dengan satu atom C yang lain.
  2. Alkohol sekunder ( 20 ) adalah alkohol yang gugus -OH nya diikat oleh atom C sekunder, yaitu atom C yang berikatan dengan dua atom C yang lain.
  3. Alkohol tersier (30 ) adalah alkohol yang gugus -OH nya diikat oleh atom C tersier , yaitu atom C yang berikatan dengan tiga atom C yang lain.

Contoh:

Tatanama alkohol
Untuk memberikan nama pada alkohol monohidrik, dikenal adanya tiga sistem tatanama, yaitu:
1. Tatanama Trival (tatanama Umum)
Menurut tatanama ini, alkohol diberi nama dengan terlebih dahulu menyebut nama gugus alkil yang mengikat gugus -OH, kemnudian diikuti kata alkohol yang ditulis terpisah. Kalau anda lupa dalam memberi nama gugus alkil ini, anda dapat melihat dan membaca kembali Modul-1 tentang isomeri dan tatanama.
2. Tatanama IUPAC (Tatanama Sistematika)
Tatanama ini pada dasarnya menggunakan aturan-aturan yang berlaku untuk memberikan nama pada alkana (anda dapat melihat modul-1 tentang isomeri dan tatanama). alkohol diberi nama dengan menganti akhiran -a pada alkana yang bersesuaian dengan akhiran -ol. Dalam hal ini pemerian nomor pada rantai karbon yang terpanjang dimulai dari ujung rantai yang letaknya paling dekat dengan atom C yang mengikat gugus -OH.
  1. Tatanama Karbinol
Menurut tatanama ini suku pertama dari alkohol monohidrik disebut karbonal. Dengan demikian untuk suku-suku yang lebih tinggi diberi nama sebagai turunan (derivat) dari karbinol. yang satu atau lebih atom H dari CH3 digantikan oleh gugus yang lain.
Sifat Fisik alkohol
a. Alkohol monohidroksi suku rendah (jumlah atom karbon 1-4 ) berupa cairan tidak berwarna dan dapat    larut dalam air dengan segala perbandingan.
b. Kelarutan alkohol dalam air makin rendah bila rantai hidrokarbonnya makin panjang.
c. Makin tinggi berat molekul alkohol, makin tinggi pula titik didih dan viskositasnya.
d. Alkohol yang mengandung atom karbon lebih dari 12 berupa zat padat yang tidak berwarna.
e. Alkohol suku rendah tidak mempunyai rasa, akan tetapi memberikan kesan panas dalam mulut.

permasalahan: pada suhu kamar alkohol dengan atom C1 sampai C4 berwujud gas atau cair sedangkan C5 sampai C9 berwujud cairan kental dan C10 keatas berwujud padat. apakah jika selain pada suhu kamar wujud alkohol itu sama,dan apa yang mempengaruhi alkohol sehingga pada suhu kamar wujudnya berbeda-beda ?








Tidak ada komentar:

Posting Komentar